APA masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inisiatif ini?

Provinsi Sumatera Selatan memiliki luas wilayah 87.017.41 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 8 juta Jiwa (BPS 2010). Dari jumlah penduduk tersebut sebanyak 0,5% penduduk mengalami kebutaan, 5% dengan gangguan ptergium, 3,9% kekeruhan lensa dan 1,7% penduduk menderita katarak (Rikesda, 2013).

Apabila keadaan ini tidak ditangani secara sungguh-sungguh akan berdampak negatif pada perkembangan kecerdasan anak, produktivitas angka kerja, pada gilirannya maka akan mengganggu laju perkembangan ekonomi di Propinsi Sumatera Selatan.

Sejak tahun 1984, Upaya Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan (UKM/PK) sudah diintegrasikan kedalam kegiatan pokok puskesmas sedangkan Program Penanggulangan Kebutaan Katarak Paripurna (PKKP) dimulai sejak tahun 1987 melalui Rumah Sakit maupun Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) untuk Sumatera Selatan melalui Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera  Selatan (RSKMM).

Adapun berdasarkan data rekam medis di RSKMM,  menunjukkan bahwa kunjungan pasien terus meningkat dengan jumlah kunjungan pasien dari tahun 2012 sampai dengan 2015 rata-rata sebesar 1,4% pertahun. Meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit khusus mata masyarakat harus di iringi dengan peningkatan sarana dan prasarana pendukung serta kualitas sumber daya manusia. dan juga pemberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Penyelenggaraan pelayanan  kesehatan pada saat ini semakin kompleks sejalan dengan kompleksitas perkembangan demokrasi, desentralisasi, dan globalisasi serta tantangan lainnya yang berimplikasi terhadap pengembangan jenis pelayanan mesti menjadi tuntuan yang harus dipenuhi mengingat semakin komplek jenis gangguan penglihatan dan kebutaan.

Untuk menghadapi keadaan tersebut Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) tergerak untuk memberikan pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat dengan didukung visi, misi dan strategi serta sasaran yang jelas, maka dibentuk SILAM-SAT.

Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inisiatif ini telah memecahkan masalah tersebut?

Salah satu upaya dalam bidang kesehatan untuk mecegah dan menanggulangi masalah gangguan penglihatan dan kebutaan yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni Gubernur adalah pada awalnya dengan mendirikan Balai Kesehatan Mata Masyarakat yang kemudian bertransformasi  menjadi Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat yang merupakan Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD)  Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang dibentuk dengan tujuan melaksanakan upaya penanggulangan penyakit mata secara menyeluruh beserta system rujukannya dengan berorientasi pada masyarakat baik dari golongan mampu dan tidak mampu. Gubernur Sumatera Selatan juga mempunyai Program Berobat Gratis kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan dengan program Jamsoskes Sumsel Semesta.

Tujuan utama dari SILAM-SAT Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat sejalan dengan Visi dan upaya dari pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni Gubernur dalam bidang kesehatan, maka Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) melakukan perbaikan terus menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan menetapkan pelayanan SILAM-SAT di RSKMM, agar dapat memberikan pelayanan kesehatan mata yang terjangkau dan nyaman dengan pelayanan yang komprehensif pada seluruh lapisan masyarakat.

peningkatan jumlah kunjungan masyarakat dilihat dari data statistik rekam medis rumah sakit 2 tahun terakhir yakni 2014 dan 2015 mengalami peningkatan kunjungan sebesar 2,34 %.dilihat dari peningkatan kunjungan masyarakat yang dapat berarti SILAM-SAT mengkover keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan mata di sumatera selatan

Dalam hal apa inisiatif ini kreatif dan inovatif

Pelayanan SILAM-SAT telah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang dibandingkan dengan ke Rumah Sakit Konvensional lain yakni dengan cara yang efektif dan efisien, seperti proses awal dan akhir kunjungan pasien yang terstruktur dalam satu atap serta retribusi / biaya pelayanan kesehatan mata yang terjangkau dan didukung SDM yang handal serta fasilitas penunjang medik yang lengkap, kemudahan yang diberikan dapat dilihat dari, 

1.     Tersedia poli poli kesehatan mata lengkap dalam satu atap

2.     Fasilitas penunjang lengkap, Apotik, Laboratorium, Laundry dan Instalasi Gizi;

3.     Fasilitas kemudahan pengobatan dengan pelayanan yang nyaman;

4.     Fasilitas transparansi pembiayaan; dengan pola tarif di tempel di dinding utama rekam medik rumah sakit

5.     Fasilitas Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Daerah ;

6.     Tersedianya operasi PHACO dan LASIK dengan biaya terjangkau;

7.     Tersedianya fasilitas Optik dalam rumah sakit

8.     Tersedianya ruang convention center, ruang pendidikan dan taman smoking area

9.     Akan dikembangkannya proses antrian dan pendaftaran pasien berbasis android (android base)

10.  Pendampingan Pasca Operasi,dll

Bagaimana strategi ini dilaksanakan?

Upaya pelayanan yang diberikan RSKMM Provinsi Sumsel melalui SILAM-SAT diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan adanya SILAM-SAT di RSKMM telah banyak pelayanan yang diberikan diantaranya :

1. Pelayanan lengkap kesehatan mata :

Tersedia poli kesehatan mata lengkap. Sebagai fasilitas pelayanan khusus mata tersedia Poli yang mencakup pelayanan kesehatan mata secara keseluruhan. Kemudahan untuk mendapatkan pelayanan dengan alur yang jelas dari awal pendaftaran dengan fasilitas no antrian otomatis dan lobby ruang tunggu rekam medik yang luas dan nyaman. SILAM-SAT memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin pelayanan VIP, disediakan poli VIP  untuk kenyamanan dan kecepatan, tanpa mengecualikan poli-poli lain.

Pelayanan dalam gedung SILAM-SAT RSKMM antara lain, Pelayanan Gawat Darurat dan Pelayanan Rawat Jalan, Serta pelayanan dokter spesialis penyakit dalam, di poli penyakit dalam. Kegiatan pelayanan dilakukan oleh dokter umum di poli umum dan dokter spesialis mata dengan 10 (sepuluh) pelayanan subspesialistik, yaitu, 

1.     Glaucoma

2.     Neuro Ophtalmologi

3.     Vitreo retina

4.     Onkologi

5.     Rekonstruksi

6.     Pediatrik oftalmologi

7.     Katarak dan bedah refrakting

8.     EED

9.     Refraksi

10.  Opthalmologi sosial

Pelayanan Operasi, Prosedur tindakan operasi di SILAM-SAT dilakukan dengan beberapa tahapan seperti persiapan, tindakan dan pasca operasi dengan waktu tunggu operasi yang efektif dan dengan biaya operasi yang dapat di cover Asuransi dari Pemerintah seperti tindakan operasi Phaco, sedangkan tindakan Lasik dengan biaya yang terjangkau.  kemudian Pelayanan Rawat Inap dengan jumlah tempat tidur sebanyak empat puluh satu (41) Tempat tidur yang terdiri dari kelas VVIP, VIP, 1, 2 dan 3 yang seluruh kamar dilengkapi pendingin ruangan membuat ketersediaan sarana prasarana yang nyaman dalam pemberian pelayanan rawat inap selain itu juga adanya SDM Dokter penangggung jawab pasien rawat inap.

2. Fasilitas penunjang lengkap, Apotik, Laboratorium, Instalasi Gizi dan Laundry;

Dalam memberikan layanan kepada masyarakat tidak hanya memiliki para ahli tetapi juga fasilitas penunjang medis yang mendukung. Unit-unit seperti, laboratorium, Apotik, Gizi dan ambulan siap melayani pasien 24 jam sehari dan kapanpun dibutuhkan. adapun fasilitas Optik tersedia dalam Gedung Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat agar memudahkan masyarakat dalam proses pembuatan kacamata.

Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?

Penggagas SILAM-SAT adalah Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. Pelaku utama dan penggeraknya adalah

·       Manajemen (Kepala Rumah Sakit, Kasubbag Tata Usaha, Kasi Pelayanan Medis dan Kasi penunjang Medik dan Keperawatan);

·       SDM Rumah Sakit ( MEDIS dan NON MEDIS dan ADM);

·       Pemerintah Sumatera Selatan ( dinas instansi terkait);

·       Pihak Jaminan Kesehatan (BPJS).

 

Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inisiatif ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?

Pelayanan SILAM-SAT Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat menggunakan dana Operasional BLUD, diantaranya proses pengadaan barang jasa rutin untuk memenuhi kebutuhan teknis operasional dari pelayanan SILAM-SAT dan dana BLUD juga digunakan untuk penggajian SDM Non PNS di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat. adapun sebelum Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat menjadi BLUD maka seluruh teknis operasional SILAM-SAT menggunakan dana APBD

Gubernur selaku stakeholder melalui Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah telah melakukan amanat Undang-undang yakni, membentuk Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan menjadi PPK BLUD.

Apa saja keluaran(output) yang paling berhasil?

1.     dengan tarif yang terjangkau seperti pemeriksaan spesialistik yang hanya sebesar Rp. 7.500 dan tindakan Lasik yang paling terjangkau dibandingkan di beberapa rumah sakit lain yakni dengan biaya sebesar 9-14 juta rupiah untuk LASIK satu mata dan 14-28 juta rupiah untuk dua mata, sedangkan dengan pelayanan SILAM-SAT tindakan LASIK Rp. 7.000.000. untuk satu mata dan Rp. 13.200.000 untuk dua mata yang mana tarif tersebut sesuai Pergub Sumsel No 35 Tahun 2015. tarif Phaco (operasi katarak tanpa jahitan) yang juga terjangkau sebesar Rp. 6.600.000. berdasarkan tarif yang terjangkau di SILAm-SAT maka kunjungan masyarakat meningkat 2 tahun terakhir.

2.     Berdasarkan hasil rikesda Dari jumlah penduduk sumatera selatan lebih dari 8 juta Jiwa (BPS 2010) sebanyak 0,5% penduduk mengalami kebutaan, 5% dengan gangguan ptergium, 3,9% kekeruhan lensa dan 1,7% penduduk menderita katarak, dengan cakupan sebanyak itu SILAM-SAT dengan pelayanan yang komprehensif dapat mengkover, berdasarkan data rekam medis di RSKMM bahwa kunjungan pasien terus meningkat adapun jumlah kunjungan pasien dari tahun 2012 sampai dengan 2015 rata-rata sebesar 1,4% pertahun, ini menunjukkan SILAM-SAT menjadi sasaran dari masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan mata secara menyeluruh.

3.     Telah terjadi interaksi antara Rumah Sakit dan Masyarakat untuk memberikan keluhan dan saran, dan jasa penyuluhan secara simultan serta pendampingan pasca operasi.

 

Sistem apa saja yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi kegiatan?

Dengan menjalankan RENSTRA lima tahunan yang telah disusun dapat memonitor teknis operasional dan seluruh unit kerja dapat menjalankan tugas dengan spesifik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Dengan demikian setiap kegiatan dapat terselenggara secara sinergis, terkoordinasi dengan baik, sesuai dengan kemampuan dana yang tersedia, serta sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan.

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh manajemen untuk mengetahui kendala yang timbul dalam operasional seluruh kegiatan pelayanan SILAM-SAT. Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatra Selatan juga melakukan penyusunan rencana strategis bisnis sebagai salah satu perencanaan unutk meningkatkan pelayanan SILAMSAT dan peningkatan kapasitas Sumber Daya manusia. Semua elemen ini di monitor dan di evaluasi secara berkala.

Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut dapat diatasi?

Meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit khusus mata masyarakat dengan pelayanan SILAM-SAT dan dengan pemberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada saat ini semakin kompleks yang berimplikasi terhadap pengembangan fasilitas pelayanan mesti menjadi tuntuan yang harus dipenuhi. dengan meningkatnya kunjungan masyarakat seiring diberlakukannya Sistem Jaminan Kesehatan Nasional ini menuntut SDM baik PNS ataupun Non PNS harus tetap profesional dalam melayani dan membuat pendistribusian perbekalan farmasi menjadi lebih banyak terpakai.

keadaan tersebut membuat SDM harus tetap profesioal dalam bekerja, maka manajemen rumah sakit memberikan Diklat rutin dan berkala terhadap seluruh SDM di rumah sakit serta melakukan rotasi rutin per semester terhadap pegawai agar pelayan tetap prima. adapun permasalahan stok perbekalan farmasi dilakukan pembelian rutin menggunakan dana operasional BLUD rumah sakit, agar pelayanan di SILAM-SAT tetap terlaksana dengan baik.

Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inisiatif ini?

Dampak secara umum dari SILAM-SAT adalah untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan   kepada  masyarakat dalam rangka menurunkan angka kesakitan, gangguan penglihatan dan kebutaan. secara Khusus diihasilkannya pelayanan didalam gedung dalam rangka meningkatkan jangkauan kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan mata secara berdaya guna dan berhasil guna, seperti 

1.     Mempersingkat waktu pelayanan dengan tersedianya poli-poli layanan kesehatan mata yang lengkap dan didukung peralatan medik yang canggih

2.     Memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan mata yang bermutu dan terjangkau.

Dampak konkret dari SILAM-SAT Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat adalah dengan di compare dengan Pelayanan kesehatan mata pada umumnya yang diberikan tidak berpusat pada satu pelayanan dan banyak dilakukan oleh institusi swasta dengan program komersial menarik biaya. maka Melalui Pelayanan SILAM-SAT pelayanan terpusat dan lengkap dalam satu atap dan pelayanan tersebut diberikan dengan biaya Asuransi (BPJS) dan Pemprov. Sumsel (JAMSOSKES), hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kunjungan masyarakat ke rumah sakit berdasarkan data rekam medis di rumah sakit khusus mata masyarakat  menunjukkan bahwa kunjungan pasien terus meningkat adapun jumlah kunjungan pasien dari tahun 2012 sampai dengan 2015 naik dengan rata-rata sebesar 1,4% pertahun

kemudian berdasarkan hasil rikesda Dari jumlah penduduk sumatera selatan lebih dari 8 juta Jiwa (BPS 2010) sebanyak 0,5% penduduk mengalami kebutaan, 5% dengan gangguan ptergium, 3,9% kekeruan lensa dan 1,7% penduduk menderita katarak, dengan cakupan sebanyak itu SILAM-SAT dengan pelayanan yang komprehensif akan mengcovernya

Apa bedanya sebelum dan sesudah Inovasi?

Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat pada awalnya memang telah memberikan pelayanan yang ada dengan optimal, tetapi sejak tahun 2013 dengan ditetapkannya pelayanan unggulan di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yakni sebagai pusat bedah refraktif (refractif Center) berupa Phacomulsifikasi, LASIK dan Keratoplasti, sesuai Surat Keputusan Kepala Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat pada tanggal 11 Juni 2013.

Seiring dengan berlakunya penetapan tersebut dan dengan inisiatif manajemen rumah sakit maka pelayanan satu atap di berlakukan pada bulan juni tahun 2013.

Apakah inisiatif ini berkelanjutan dan direplikasi?

Pelayanan SILAM-SAT di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat ini akan dilakukan perbaikan secara terus menerus sesuai perkembangan Iptek dan sejalan dengan Misi dari Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat sendiri. kemudian melihat keadaan real dengan meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit khusus mata masyarakat harus di iringi dengan peningkatan sarana dan prasarana pendukung serta kualitas sumber daya manusia  dan dengan semakin kompleks permasalahan kesehatan khusus kesehatan mata sejalan dengan kompleksitas perkembangan demokrasi, desentralisasi, dan globalisasi serta tantangan lainnya yang berimplikasi terhadap pengembangan jenis pelayanan mesti menjadi tuntutan yang harus dipenuhi mengingat semakin komplek jenis gangguan penglihatan dan kebutaan, maka ke depannya struktur kelembagaan di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat umumnya akan dilakukan pengembangan yakni dari UPTD menjadi SKPD.

Dalam contoh kecil pengembangan sistem SILAM-SAT adalah dengan atau akan diberikan Fasilitas antrian dan pengembangan pendaftaran pendaftaran pasien non konvensional (berbasis android); Pelayanan proses antrian dan pendaftaran yang masih dilakukan secara manual sehingga membebani masyarakat dalam hal waktu dan biaya. Melalui program SILAM-SAT ke depan, proses antrian dan pendaftaran pasien akan atau dapat dilakukan via android

hal tersebut diatas membuat SILAM-SAT di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat harus berkelanjutan dan akan terus dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan

Agar pelayanan yang diberikan dapat maksimal Pemerintah daerah sebagai perumus regulator diharapkan berperan melalui dukungan dan pendanaan yang memadai. Keseriusan Pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam membangun pelayanan yang bermutu di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat tertuang dalam keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 840/KPTS/BPKAD/2013 tentang Penerapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum Daerah Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan.

Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?

pelayanan SILAM-SAT di RSKMM pada dasarnya merupakan penyediaan sarana fasilitas pelayanan publik kepada masyarakat, untuk itu sejak di optimalkan pelayanan SILAM-SAT begitu banyak perubahan mulai dari paradigma pegawai yakni dari peranan SDM antar unit menjadi lebih baik dengan dukungan dari manajemen rumah sakit yang menjadikan SILAM-SAT sebagai proses pembelajaran untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Kemudian disisi lain, peningkatan kunjungan pasien berdampak terhadap realisasi penerimaan rumah sakit,  pada tahun 2014 realisasi penerimaan rumah sakit sebesar 194% melampaui target yang telah ditetapkan

Pelayanan SILAM-SAT juga membuat penataan organisasi kelembagaan mesti berubah,  proses perubahan organisasi dalam upaya optimalisasi fungsi dari organisasi akan membuat pelayanan dan kinerja SDM dalam menjalankan tugas dan fungsinya menjadi lebih efektif dan efisien. Penataan organisasi kelembagaan RSKMM menjadi faktor utama dalam menentukan desain yang akan diterapkan agar kesinambungan orientasi terhadap pencapaian visi dan misi rumah sakit secara umum dapat dicapai 

paradigma dalam pembelajaran dan rekomendasi untuk pengembangan sistem pelayanan SILAM-SAT adalah mencari fleksibilitas, efisiensi dan efektifitas yang proporsional,

a.     Fleksibilitas, disini  bertujuan agar setiap dinamisasi perubahan dan perkembangan yang terjadi dapat direspon dengan cepat

b.     Efisiensi, agar penggunaan sumber daya dapat secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum

c.     Efektifitas, kepada hasil yang akan dicapai sehingga berdampak pada kemajuan di bidang kesehatan di Provinsi sumsel secara umum yang biasanya ditandai dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumatera Selatan melalui SILAM-SAT.