Musi Rawas Sumatera Selatan- Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Cina, yaitu sekitar 10% dari total jumlah pasien TB di dunia. Diperkirakan pada tahun 2004, setiap tahun ada 539.000 kasus baru dan kematian 101.000 orang, dengan insidensi kasus TB BTA positif sekitar 110 per 100.000 penduduk.

Proses penyembuhan para penderita TBC di daerah kerap menghadapi masalah, begitu pula di Lingkungan Puskesmas Terawas Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Para penderita TBC masih ada yang tidak memahami penyakit ini, sehingga mereka berobat ke pawang racun karena menganggap penyakit yang dideritanya bukan TBC, melainkan terkena racun terbang atau guna-guna.

Kendala lainnya yaitu penemuan TB Positif di Lingkungan Puskesmas Terawas Kabupaten Musi Rawas dinilai masih rendah. Hal ini disebabkan oleh masih minimnya sosialisasi, sarana, pendanaan, dan Sumber Daya Manusia. Selain itu, rendahnya sosial ekonomi serta kurangnya kesadaran masyarakat, untuk melakukan pemeriksaan batuk yang sudah lama dideritanya, juga menjadi kendala yang cukup siginifikan.

Penyelenggaraan kegiatan ini diawali dengan cara advokasi dalam rangka penggalangan komitmen sektor kecamatan (Camat, PKK, dan OPD Kecamatan). Sebagai tindak lanjutnya, tim melakukan konsultasi dan koordinasi ke Dinkes, yang berperan sebagai penyedia penemuan dan pelacakan TB. Kemudian diadakan pelegalan melalui Perjanjian Kerja Sama (MoU) dengan Camat dan PKK Kecamatan.

Mantan penderita TB juga turut dilibatkan sebagai Duta TB, untuk membantu aktif dalam penjaringan suspek TB atau seseorang yang memiliki gejala utama penyakit TB. Tidak hanya itu, tim juga bekerjasama dengan Pawang “Racun Terbang” dalam mendeteksi Racun dan TB, yang ditegaskan dalam Perjanjian Kerja Sama (MoU).