Inovasi ini didasari terjadinya peningkatan jumlah penderita baru Diabetes Militus setiap tahunnya pada pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu. Seperti pada tahun 2016 berjumlah 70 orang, pada tahun 2017 bertambah menjadi 77 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah 82 orang. Adanya peningkatan 30 s.d 40 %. Begitu juga penambahan kunjungan pada kunjungan berulang (pasien lama) pada tahun 2016 berjumlah 2246 orang, pada tahun 2017 berjumlah 2646 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah 2997 orang, terjadi peningkatan 20 s.d 40 %. Untuk kasus rawat inap kunjungan nya untuk tahun 2016 berjumlah 122 orang, kunjungan baru 10 orang. Untuk tahun 2017 berjumlah 225 orang dan kunjungan baru 16 orang, untuk tahun 2018 berjumlah 179 orang dan kunjungan baru 53 orang. Persentasi kunjungan lama 20 s.d 43 %, kunjungan baru 12 s.d 68 %.

Kelompok sosial yang mendapatkan pengaruh adalah ibu –ibu dan lansia, dimana kaum wanita lebih banyak menderita Diabetes militus yang di sebabkan pola hidup yang kurang sehat, stres dan pola makan yang tidak teratur, banyak beban yang harus di hadapi oleh ibu- mengurus rumah tangga, anak, bahkan pekerjaan, sehingga asupan makanan yang kurang teratur dan pola istirahat yang kurang sangat potensial untuk mendapatkan penyakit ini.

Monitoring dan evaluasi dilakukan selambatnya tiga bulan sekali, pelaporannya satu bulan sekali baik jumlah penderita kasus kematian dan kecacatannya. Dengan melakukan penyuluhan yang sudah di buatkan road mapnya dengan berkoordinasi dengan tim gizi dan laboratorium dalam pelaksanaan tersebut yang berperan sekali dokter spesialis penyakit dalam, juga dibantu oleh tenaga psikologi dengan melakukan metode dinamika kelompok, sehingga pengetahuan dan kreatifitas bagi penderita dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, menghilangkan perasaan cemas akan kecacatan fisik dan kelemahan dari organ-organ tubuh lainnya.