Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama menyerang wilayah perkotaan (urban), namun tidak menutup kemungkinan menyerang wilayah pedesaan (rural). Pada tahun 2017 di Kecamatan Muara Enim ditemukan 20 kasus DBD. 13 Kasus terjadi pada anak usia sekolah kemungkinan terbesar anak digigit nyamuk saat berada di lingkungan sekolah.

Inovasi Kader Jemari - PSN BDB adalah inovasi dari Puskesmas Muara Enim yang bertujuan menurunkan angka kejadian kasus DBD dengan cara mendidik anak sekolah berperan sebagai agen pemberantas jentik nyamuk di lingkungan sekolah masing-masing.
Inovasi ini menjadi solusi permasalahan tingginya kasus DBD pada anak usia sekolah sekaligus mengajarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini. Terbukti dengan turunnya kasus DBD di Kelurahan Pasar 2 dan Desa Lubuk Ampelas yang menjadi lokasi percontohan yaitu 7 kasus pada tahun 2017 menjadi 6 kasus pada tahun 2018. Angka bebas jentik di Kecamatan Muara Enim meningkat dari 88% - 90% di tahun 2017 menjadi 0% - 20% (tidak ada jentik) di tahun 2018. Perilaku ber-PHBS di sekolah juga meningkat menjadi 100% bebas jentik.

Inovasi awalnya dilaksanakan di 2 sekolah dan telah direplikasi menjadi 12 sekolah. Penandatanganan MoU dengan 25 sekolah lain di Kabupaten Muara Enim menjadi jaminan inovasi akan terus berlanjut. Selain itu, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran untuk mereplikasi inovasi ini pada Puskesmas lain di Kabupaten Muara Enim. Kepala Dinas Pendidikan juga mengeluarkan surat edaran ke Sekolah SMP untuk mendukung pelaksanaan Kader Jemari dan menjadikan kegiatan ini sebagai ekstrakulikuler di sekolah.

Inovasi ini mendukung tujuan SDGs ke 3 Kehidupan sehat dan sejahtera dan tujuan SDGs ke 4 Pendidikan Berkualitas yaitu target 4.a. Membangun fasilitas pendidikan yang ramah anak, ramah penyandang cacat dan gender, serta menyediakan lingkungan belajar yang aman, anti kekerasan, inklusif dan efektif bagi semua.