D’Star merupakan inovasi Puskesmas Tanjung Raya Kabupaten Muara Enim yang melibatkan peran serta masyarakat dengan menunjuk warga sebagai kader rokok dalam pelaksanaan inovasi dan perokok yang telah berhenti merokok menjadi duta anti rokok sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Inovasi ini merupakan jawaban dari permasalahan tingginya jumlah perokok di wilayah kerja Puskesmas yang menyebabkan nilai merah pada Indikator Keluarga Sehat yaitu indikator “tidak ada anggota keluarga yang merokok”.

Manfaat utama inovasi yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat bahaya merokok bagi kesehatan
dibuktikan dengan menurunnya jumlah perokok aktif di Desa Swarna Dwipa yang menjadi pilot project inovasi dari sebelumnya 208 orang menjadi 146 orang. Selain itu inovasi ini berkontribusi pada menurunnya angka kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) di Desa Swarna Dwipa pada tahun 2017 sebanyak 52 kasus menjadi 37 kasus di tahun 2018. Kasus ISPA umumnya diderita anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui dengan adanya inovasi ini mereka terhindar dari paparan asap rokok. Selain itu inovasi ini berkontribusi terhadap peningkatan persentase keluarga Ber-PHBS di Kabupaten Muara Enim dari sebelumnya 68,82% di tahun 2017 menjadi 69% di tahun 2018.

Inovasi ini terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Desa Swarna Dwipa yang berkomitmen
mengalokasikan dana desa untuk pelaksanaan inovasi. Tahun 2019 inovasi direplikasi di 11 desa dalam wilayah binaan Puskesmas. Dinas Kesehatan juga mengeluarkan surat edaran kepada Puskesmas di Kabupaten Muara Enim untuk mereplikasi inovasi ini. Pemerintah Daerah dan DPRD juga mendukung inovasi ini dengan terbitnya Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Inovasi ini sesuai tujuan SDG ke 1 Mengakhiri Kemiskinan dalam segala bentuk yaitu target 1.3 serta tujuan SDG’s ke 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera terutama target 3.4 dan target 3.a Memperkuat pelaksanaan The Framework Convention on Tobacco Control WHO di seluruh negara sebagai langkah yang tepat.