UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan daerah karena perannya yang sangat besar terutama dalam penyerapan tenaga kerja, penyediaan lapangan usaha dan penanggulangan kemiskinan. Di Indonesia, sumber penghidupan sangat bergantung pada sektor UMKM. Kebanyakan usaha kecil ini terkosentrasi pada sektor perdagangan, olahan pangan tekstil dan garmen, kayu dan produk olahan serta produksi mineral non logam. Secara keseluruhan, UMKMK diperkirakan menyumbang lebih dari 50% dari Produk Domestik Bruto.

Permasalahan utama yang dihadapi UMKMK di Kabupaten Muara Enim adalah keterbatasan kemampuan SDM, keterbatasan akses pasar, rendahnya produktivitas, dan keterbatasan akses kredit dari perbankan. Menghadapi masalah tersebut, Pemerintah Daerah melakukan terobosan melalui inovasi program GERBANG SERASAN. GERBANG SERASAN (Gerakan Pembangunan Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Bumi Serasan Sekundang) merupakan program asli Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan UMKM, yang dilakukan dengan a) mengoptimalkan skema kredit perbankan, b) Memberikan subsidi suku bunga kredit dan premi asuransi (pemberian subsidi bunga kredit akan meringankan beban UMKM dalam mengembalikan pinjaman mereka kepada bank sedangkan premi asuransi akan memberikan keyakinan kepada pihak bank bahwa kredit yang diluncurkan kepada UMKM tidak akan mendatangkan kerugian), c) menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) sebagai pendamping kapasitas UMKM dan menyediakan sekretariat GERBANG SERASAN sekaligus sebagai rumah bagi UMKM d) memberantas rentenir yang sangat menjadi momok yang menakutkan bagi UMKM.

Dampak positif dari program ini antara lain diberdayakan 7105 UMKMK dengan penguatan modal dari kredit GERBANG SERASAN dalam periode tahun 2009 sampai tahun 2017 sebesar Rp. 258.731.800.000,00. Jumlah subsidi bunga yang dikeluarkan sebesar Rp. 20.017.091.135,00. Dan premi asuransi sebesar Rp. 400.572.761,00. Meningkatnya pendapatan peserta GERBANG SERASAN rata-rata 59% dari sebelum menjadi peserta GERBANG SERASAN dan meningkatnya lapangan usaha baru sebesar 33%. Hal ini menunjukkan korelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim dari 17,98% pada tahun 2008 menjadi 13, 19% pada tahun 2017.