Saat ini masyarakat Kabupaten Muara Enim masih kesulitan untuk mengakses informasi kebijakan, penelitian dan inovasi. Hal ini disebabkan karena tidak ada akses yang mendukung terhadap informasi kebijakan dan hasil – hasil inovasi.
Balitbangda Kabupaten Muara Enim telah berhasil menumbuh kembangkan 79 inovasi daerah dari seluruh perangkat daerah Kabupaten Muara Enim. Jumlah kajian yang telah dilakukan untuk bidang sosial budaya 2 kajian, bidang ekonomi 2 kajian, bidang pemerintahan 2 kajian, bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup 2 kajian. Tetapi saat ini baru 4 kajian yang sedang ditindaklanjut kepada OPD yang ada. Dalam AKSI SILINOV dirancang suatu sistem komunikasi 2 arah antara peneliti dan masyarakat atau OPD selaku pengguna sistem. AKSI SILINOV membuat kemudahan dalam akses informasi hasil penelitian sehingga lebih memudahkan dalam pemahaman hasil penelitian dan inovasi.
AKSI SILINOV ini juga menyediakan ruang bagi kaum milenial (anak-anak) dan masyarakat untuk mengenal teknologi tepat guna yang ada. Dalam AKSI SILINOV informasi hasil kajian dan inovasi dapat diakses melalui Sistem Informasi Kelitbangan (SIK). Dalam SIK Balitbangda ini dapat ditemukan semua informasi tentang hasil penelitian, inovasi perangkat daerah dan teknologi tepat guna yang ada di Kabupaten Muara Enim. Peraturan Bupati Muara Enim tentang laboratorium inovasi selanjutnya sebagai wadah pengembangan inovasi yang ada. Ketersediaan dana dalam DPA Balitbangda dalam publikasi hasil kelitbangan memastikan bahwa program ini terus berkembang. AKSI SILINOV ini telah tercantum dalam renstra Balitbangda dan RPJMD Kabupaten Muara Enim. AKSI SINILOV akan berkembang dalam publikasi yang lebih besar dengan menggandeng pihak media baik cetak dan elektronik baik dari Muara Enim dan Sumatera Selatan.

AKSI SILINOV ini membantu masyarakat dalam memahami bagaimana lahirnya suatu kebijakan yang ada di Kabupaten Muara Enim. Masyarakat mengetahui bagaimana arah pengembangan pembangunan selanjutnya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Muara Enim dan potensi yang ada di daerah dari kajian penelitian.