Apa masalah yang dihadapi sebelum inisiatif ini dilaksanakan?

Di Indonesia jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ada sekitar 57 juta. Selain itu, terdapat pula 212 ribu koperasi. Kedua entitas ekonomi ini memainkan peran penting dalam memberikan konstribusi di sektor ekonomi seperti penyediaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memicu pertumbuhan ekonomi.  Data statistik menunjukkan bahwa kontribusi UMKM dan Koperasi (UMKMK) dalam PDB nasional mencapai 56% pada 2013. Angka yang cukup besar, sehingga wajar bila pemerintah memberikan perhatian khusus dalam pemberdayaan UMKMK.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2016) jumlah UMKM di Kabupaten Muara Enim mencapai  4.123 unit. Sedangkan Koperasi mencapai 481 unit.  Permasalahan utama yang dihadapi UMKMK di Kabupaten Muara Enim adalah masalah permodalan. Sebagian besar dari mereka belum memiliki akses memadai kepada perbankan. Kalaupun sudah ada akses ke perbankan, usaha mikro kecil tidak sanggup mengajukan kredit karena bunga bank komersial relatif tinggi untuk usaha mereka.

Banyak diantara mereka masih sangat tergantung dengan para pemberi kredit jalanan atau yang lebih dikenal dengan nama para rentenir. Dengan kondisi ini maka sulit bagi mereka untuk mengembangkan usahanya. Sehingga umumnya mereka berusaha tapi tidak bisa meningkatkan kesejahteraannya. Kondisi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini  mengakibatkan banyak dari mereka terutama untuk usaha mikro dan kecil yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dalam kondisi demikian terkesan negara tidak hadir dalam membantu memecahkan masalah UMKMK.

Menghadapi masalah yang dihadapi UMKMK ini Pemerintah Kabupaten Muara Enim melakukan terobosan melalui inovasi program GERBANG SERASAN (Gerakan Pembangunan Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Bumi Serasan Sekundang) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 6 Tahun 2001. Dalam program ini Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyimpan dana Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk Giro Beku di Bank Pelaksana sebagai Jaminan kredit. Bank Pelaksana mengeluarkan kredit khusus kepada UMKMK dengan bunga murah dan di jamin oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Meskipun program ini telah berjalan baik tapi berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, program ini tidak boleh dilanjutkan karena berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005, Pemerintah tidak dibolehkan menjamin Pihak Ketiga (termasuk UMKMK) dalam penyaluran kredit perbankan. Mengingat GERBANG SERASAN merupakan inovasi program untuk  pemberdayaan UMKMK dalam upaya penanggulangan kemiskinan maka konsep GERBANG SERASAN mengalami penyempurnaan.

GERBANG SERASAN Pola Baru (Yang Disempurnakan), Pemerintah Kabupaten Muara Enim tidak lagi menyimpan dana APBD sebagai Jaminan kredit UMKMK tapi dilakukan dengan:                                   

a) Mengoptimalkan skim kredit perbankan yang telah ada;

b) Memberikan subsidi suku bunga kredit dan premi asuransi kepada UMKMK;

c) Menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) sebagai pendamping UMKMK dalam kaitan dengan kredit perbankan; dan

d) Menyediakan Sekretariat Gerbang Serasan sebagai home base atau rumah bagi UMKMK.

Apa Solusinya?

  • GERBANG SERASAN sebagai pemberdayaan UMKMK untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam rangka penurunan angka kemiskinan.
  • GERBANG SERASAN mensinergikan antara Pemerintah Daerah dan Perbankan dalam perkuatan permodalan UMKMK.
  • GERBANG SERASAN meningkatkan daya saing UMKMK di tingkat nasional dan global.

Bagaimana Inisatif Memecahkan Masalah dan Meningkatkan Kehidupan Masyarakat?

Pemecahan masalah dibahas dalam suatu rapat staf yang dipimpin oleh Bupati Muara Enim dan dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Asisten, dan Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten untuk membahas banyak aduan masyarakat khususnya UMKMK dalam masalah permodalan dan sekaligus mendiskusikan ide pemecahan masalah yang berasal dari Bupati. Kemudian dilanjutkan dalam FGD (Focus Group Discussion) yang dihadiri selain unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga Tokoh Masyarakat, Pemuka agama, Perguruan Tinggi (UNSRI), LSM, dan Perbankan (termasuk Bank Indonesia Palembang) dan disepakati konsep program GERBANG SERASAN yang akan dilaksanakan.

Langkah-langkah inovasi program GERBANG SERASAN yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah adalah :

  1. GERBANG SERASAN Pola Lama (periode tahun 2001 - 2007)
  •  Pemerintah Kabupaten Muara Enim mengadakan kerjasama dengan Bank Pelaksana (Bank Rakyat Indonesia dan Bank Sumsel Babel) yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Palembang.
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan dana APBD yang disimpan dalam bentuk Giro Beku di Bank Pelaksana sebagai JAMINAN kredit UMKMK.
  • Bank pelaksana menyalurkan kredit khusus dengan bunga murah kepada UMKMK yang direkomendasi Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan jaminan kredit dari dana APBD yang disimpan dalam bentuk giro beku.
  • Bila terjadi kemacetan atau tunggakan pengembalian kredit maka Bank Pelaksana akan memotong uang jaminan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui SKPD BAPPEDA dan SKPD Teknis Terkait melakukan pembinaan, dan pemantauan pelaksanaannya.
  1. GERBANG SERASAN Pola Baru (Periode tahun 2008 - sekarang)
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim melakukan perjanjian kerjasama yang baru dengan Bank Pelaksana (Bank Rakyat Indonesia dan Bank Sumsel Babel) di fasilitasi oleh            Bank Indonesia Palembang mengenai  penyaluran kredit GERBANG SERASAN pola baru kepada UMKMK.
  • Penyaluran kredit kepada UMKMK dilakukan dengan mengoptimalkan kredit perbankan yang telah ada (KUR  Mikro, KUR Ritel, KUPEDES, KUKPEDES-GS, KUM-GS).
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan subsidi suku bunga kredit dan premi asuransi UMKMK.
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) sebagai pendamping UMKMK dalam kaitannya dengan perbankan. Saat ini ada             10 (sepuluh) orang KKMB yang membantu pelaksanaan Program GERBANG SERASAN.
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan Sekretariat GERBANG SERASAN yang melaksanakan, memantau, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan GERBANG SERASAN, sekaligus berfungsi sebagai RUMAH bagi UMKMK.
  • Rumah UMKMK berfungsi sebagai tempat bertanya, konsultasi, temu mitra, koordinasi, dll.

Dengan digulirkan inovasi program GERBANG SERASAN ini maka UMKMK khususnya usaha mikro kecil dan koperasi dapat dibantu penguatan modal melalui kredit bersubsidi sehingga dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraannya. Inovasi program GERBANG SERASAN ini juga merupakan upaya penyediaan lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim, serta menyiapkan UMKMK untuk mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Dalam Hal Apa Inovasi Pelayanan Publik ini Kreatif dan Inovatif?

GERBANG SERASAN Pola Baru ini adalah program terobosan Pemerintah Kabupaten  Muara Enim  yang inovatif, antara lain ditunjukkan oleh :

  • Penguatan modal UMKMK melalui bekerjasama dengan perbankan dalam menyalurkan kredit perbankan kepada UMKMK dengan subsidi bunga kredit dan premi asuransi dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Dengan demikian maka UMKMK akan mendapatkan kredit perbankan yang bersubsidi sehingga dapat membantu pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan bagi UMKMK.
  • Menyediakan dan mengoptimalkan KKMB sebagai pendamping UMKMK. Dengan demikian maka UMKMK dapat terjembatani dalam akses ke perbankan, terbantu dalam penyusunan proposal kredit, dan pemantauan pengembalian kredit, dan konsultasi lainnya.
  • Menyediakan Sekretariat GERBANG SERASAN yang akan melaksanakan, memantau, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan GERBANG SERASAN sekaligus sebagai Rumah bagi UMKMK. Sekretariat GERBANG SERASAN menempati kantor khusus dengan karyawan khusus dan KKMB yang siap melayanai apa yang dibutuhkan UMKMK. Dengan demikian Sekretariat GERBANG SERASAN sekaligus berfungsi sebagai Rumah UMKMK di Kabupaten Muara Enim, tempat bertanya, tempat mengadu, dan tempat konsultasi, tempat mitra bagi UMKMK dalam usahanya. Dengan kata lain Rumah UMKMK bukan hanya berfungsi sebagai rumah sosial tapi juga sebagai rumah bisnis.

Siapa yang Mengimplementasikan Inisiatif ini, Dalam Program apa dan Skala Masyarakat yang Diuntungkan)?

Kemitraan antara pihak Pemerintah Daerah dan Perbankan merupakan pilihan yang tepat sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan progran GERBANG SERASAN. Dimana masing-masing pihak mempunyai peran masing-masing yaitu :

1. Pemerintah

Menyediakan dana APBD untuk operasional Sekretariat GERBANG SERASAN, pemberdayaan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) serta subsidi suku bunga dan premi asuransi.

               2. Perbankan

Menyalurkan kredit kepada UMKMK dilakukan dengan mengoptimalkan kredit perbankan yang telah ada (KUR  Mikro, KUR Ritel, KUPEDES, KUKPEDES-GS, KUM-GS).

Dengan kemitraan ini, UMKMK mendapatkan bantuan dalam  peningkatan kemampuan permodalan, pengembangan usaha dan pemantapan kelembagaan usaha ekonomi melalui fasilitasi akses ke perbankan yang diberikan Pemerintah Daerah melalui KKMB. Peningkatan kemampuan permodalan ini dapat mempercepat upaya megurangi jumlah penduduk miskin.              

Bagaimana Strategi dan pendekatan dilaksanakan dan Sumber Daya yang Dialokasikan?Strategi pelaksanaan inovasi program GERBANG SERASAN (Pola Baru) di Kabupaten Muara Enim dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Setelah hasil audit BPK atas Laporan Keuangan APBD Kabupaten Muara Enim yang melarang Pemerintah Kabupaten Muara Enim menjadi penjamin terhadap pinjaman pihak ke tiga karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005, Pemerintah Kabupaten Muara Enim mulai menyusun konsep penyempurnaan program GERBANG SERASAN yang dilakukan oleh beberapa SKPD dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia Palembang. Dengan difasilitasi oleh Bank Indonesia Palembang, dilakukan beberapa kali FGD antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Tim Bank Sumsel Babel dan Tim Bank Rakyat Indonesia di Palembang, sehingga disepakati konsep GERBANG SERASAN dengan Pola Baru, dengan prinsip : a) Melakukan kerjasama ulang dengan Bank Pelaksana; b) Optimalisasi skim kredit perbankan  dengan plapond kredit antara Rp.2 juta sampai Rp.500 juta; c) Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan subsidi bunga kredit dan premi asuransi kepada UMKMK perserta GERBANG SERASAN serta  Petugas KKMB sebagai pendamping UMKMK;            d) Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan kantor untuk Sekretariat GERBANG SERASAN sekaligus RUMAH bagi UMKMK.
  2. Konsep GERBANG SERASAN yang disempurnakan (Pola Baru) diajukan kepada DPRD dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang GERBANG SERASAN.
  3. Langkah selanjutnya Pelaksanaan Gerbang Serasan yang disempurnakan (Pola Baru) berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Muara Enim Nomor 11 Tahun 2008 dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyediakan dana APBD untuk operasional sekretariat GERBANG SERASAN, pemberdayaan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB), subsidi suku bunga dan premi asuransi.
  • Melakukan Perjanjian Kerjasama (PK) Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan Kantor Wilayah Bank Rakyat Indonesia.
  • Melakukan Perjanjian Kerjasama (PK) Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan                      Bank SumSel BaBel Palembang.
  • Optimalitas skim kredit perbankan dengan melibatkan Lembaga Asuransi.
  • Bank Indonesia menyediakan bantuan teknis untuk pemberdayaan KKMB dalam bentuk penyediaan narasumber pelatihan, monitoring dan konsultasi.
  • Menerbitkan Peraturan Bupati Muara Enim tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana GERBANG SERASAN.
  • Menerbitkan Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 22 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pemberian Subsidi Suku Bunga dan Permi Asuransi Atas Kredit Peserta Program GERBANG SERASAN Kabupaten Muara Enim (Berita Daerah Kabupaten Muara Enim Tahun 2013 Nomor 23).
  • Menerbitkan Keputusan Bupati Muara Enim tentang Penunjukan Pelaksana GERBANG SERASAN Kabupaten Muara Enim Nomor : 359/KPTS/VI/2012.
  • Menerbitkan Keputusan Bupati Muara Enim Tentang Perubahan Pedoman Umum Implementasi GERBANG SERASAN.
  • Menyusun persyaratan dan mekanisme pengajuan kredit GERBANG SERASAN.
  • Melakukan rekruitmen KKMB.
  • Melakukan sosialisasi inovasi program GERBANG SERASAN kepada masyarakat luas.
  • Pelaksanaan program GERBANG SERASAN.
  • Pemantauan, pengawasan, pelaporan dan evaluasi.

Sumberdaya yang digunakan yaitu :

  • Sumberdaya Keuangan

Sumberdaya keuangan berasal dari APBD Kabupaten Muara Enim dan dana perbankan. Anggaran APBD Kabupaten Muara Enim digunakan untuk pembiayaan Sekretariat GERBANG SERASAN rata-rata Rp.800 Juta per tahun. Subsidi bunga kredit dan premi asuransi dari tahun 2009 - 2016 sebesar Rp.14.603.301.661,00, sedangkan Realisasi Kredit program GERBANG SERASAN dari  Bank Sumsel Babel dan Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp.130.884.500.000,00 yang teralokasi untuk 3.828 UMKM.

  • Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia yang mendukung pelaksanaan program ini yaitu Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKM), Sekretariat Gerbang Serasan, Perbankan dan Pemerintah.

  • Sumberdaya Lainnya

Sumberdaya lainnya yang tak kalah penting dalam menumbuhkan dan melaksanakan inisiatif ini adalah komitmen, dukungan politis, networking, konsistensi, dan kondisi kondusif yang memungkinkan inovasi program GERBANG SERASAN ini berjalan dengan baik sampai saat ini.

Siapa Saja Pemangku Kepentingan yang Terlibat  dalam Pelaksanaan?

Ide dasar penyempurnaan konsep GERBANG SERASAN berasal langsung dari Bupati Muara Enim dalam rapat yang dihadiri Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Kepala Bappeda. Selanjutnya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan diperintahkan untuk menyusun konsep penyempurnaan GERBANG SERASAN dan melakukan koordinasi (FGD) dengan Tim Bank Indonesia Palembang, Tim Bank Sumsel Babel, dan Tim Bank Rakyat Indonesia sehingga disepakati Konsep GERBANG SERASAN yang disempurnakan(Pola Baru).

Penandatangan kesepahaman kerjasama dilakukan oleh Bupati Muara Enim, Kanwil Bank Rakyat Indonesia Palembang, Direksi Bank Sumsel Babel, yang diketahui oleh Ketua DPRD Kabupaten   Muara Enim, Pimpinan Bank Indonesia Palembang, dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan.

Dalam implementasi GERBANG SERASAN dilaksanakan oleh Sekretariat yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat dan Bagian Tata Usaha serta dibantu Seksi Pengembangan UMKM dan Seksi Pemberdayaan KKMB.  Implementasi GERBANG SERASAN didukung sepenuhnya oleh KKMB dan dipantau oleh Forum Koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan beranggotakan SKPD terkait.

Apa Saja Keluaran (Output) yang Paling Berhasil?

Beberapa keluaran konkrit inovasi program GERBANG SERASAN antara lain adalah :

  1. Dapat diberdayakan 3.828 UMKMK dengan penguatan modal dari kredit GERBANG SERASAN sebesar Rp.130.884.500.000,00 dalam periode tahun 2009 sampai 2016 dan tingkat pengembalian tergolong lancar dengan NPL kurang dari 1%.
  2. Meningkatnya pendapatan peserta GERBANG SERASAN (UMKMK) sebesar rata-rata 59% dari sebelum menjadi peserta GERBANG SERASAN dan meningkatnya lapangan usaha baru sebesar 33%. Hal ini menunjukkan korelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim dari 17,98% pada tahun 2008 menjadi 14,54% pada tahun 2015  (Data BPS).
  3. Berfungsinya Rumah UMKMK sebagai tempat bertanya, konsultasi, bimbingan penyusunan proposal, temu mitra, dll, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai rumah sosial tapi juga rumah bisnis untuk UMKMK.
  4. Tindaklanjut dari inovasi program GERBANG SERASAN adalah didirikannya                                      PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) GERBANG SERASAN di Kabupaten Muara Enim yang diresmikan pada tanggal 5 Desember 2016 untuk meningkatkan jumlah dan jangkauan UMKMK yang mendapatkan kredit GERBANG SERASAN.
  5. Inovasi program GERBANG SERASAN ini telah berhasil mendapat penghargaan berupa;                   a) Piagam penghargaan Nominator Terpilih INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif) Tahun 2013 dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, dan b) Apresiasi atas inovasi GERBANG SERASAN Kabupaten Muara Enim sebagai TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK 2015 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Apa Saja Kendala Utama yang Dihadapi dan Bagaimana Kendala Tersebut Dapat Diatasi?

Kendala yang dihadapi dalam implementasi GERBANG SERASAN di Kabupaten Muara Enim antara lain adalah :

  1. Saat awal kegiatan, kendala yang dihadapi adalah belum adanya data base UMKMK sehingga pada saat sosialisasi sulit mendapatkan peserta. Dalam mengatasi masalah ini maka KKMB intensif melakukan sosialisasi ke desa atau kecamatan.
  2. Adanya "perlawanan diam" dari para rentenir yang menakut-nakuti UMKMK untuk bergabung dalam GERBANG SERASAN. Dalam mengatasi masalah ini, KKMB melakukan pendekatan individu bagi UMKMK untuk menjelaskan manfaat dari program GERBANG SERASAN ini.
  3. Adanya persepsi yang berbeda dari setiap Pimpinan Bank Pelaksana sehingga setiap terjadi pergantian pimpinan bank pelaksana, Sekretariat GERBANG SERASAN perlu melakukan penjelasan ulang tentang GERBANG SERASAN.
  4. Masih adanya  UMKMK yang tidak memenuhi persyaratan perbankan yang mendesak dan memaksa untuk mendapatkan kredit GERBANG SERASAN. Mengatasi masalah ini dilakukan penjelasan secara transparan tentang persyaratan untuk mendapatkan kredit GERBANG SERASAN.

Permasalahan atau kendala-kendala yang dihadapi tersebut juga dibahas dalam rapat koordinasi yang diadakan per triwulan sehingga semua stakeholders mengetahui dan memahami sehingga dapat membantu menginformasikan kepada UMKMK di lapangan.              

Apa Saja Manfaat Utama yang Dihasilkan Inisiatif ini?

Manfaat utama yang dihasilkan inovasi program GERBANG SERASAN :

  1. Pemerintah "hadir" dalam mengatasi masalah UMKMK.

Sebelum adanya GERBANG SERASAN, sebagian besar UMKMK tidak memiliki akses perbankan. Kalau pun ada,  umumnya UMKMK tidak sanggup mengambil kredit karena bunga bank komersial tidak akan layak untuk usaha mikro kecil. Di sisi lain mereka harus tetap hidup. Akhirnya banyak diantara mereka yang jatuh ke tangan rentenir dengan bunga pinjaman yang mencapai  10- 15  % per bulan. Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan akhirnya masyarakat miskin yang berusaha untuk hidup akan semakin miskin.

Setelah adanya GERBANG SERASAN, UMKMK dapat memiliki akses kepada perbankan, dan dapat memperoleh kredit dengan bunga murah (bersubsidi) sehingga mereka dapat mengembangkan usahanya. Mengenai jaminan (agunan) kredit untuk skim kredit tertentu juga tidak diwajibkan. Dengan kata lain Pemerintah Daerah hadir, dan siap membantu memberdayakan UMKMK dalam berusaha dan mengembangkan usahanya. Dari tahun 2009 sampai 2016 berhasil diberdayakan 3.828 UMKMK dengan nilai penguatan modal dari kredit GERBANG SERASAN sebesar Rp.130.884.500.000,00 .

  • Kehadiran Rumah UMKMK menjadi tempat bagi UMKMK untuk bertanya, berkonsultasi, juga meminta saran dalam memulai usaha baru dan atau pengembangan usahanya, temu mitra, serta pengembangan pemasaran hasil usaha mereka. Rumah UMKMK bukan hanya menjadi rumah sosial bagi UMKMK tapi lebih dari itu menjadi rumah bisnis karena dilengkapi dengan WiFi gratis, komputer, printer, dan tempat untuk bertemu dengan mitra usaha mereka. Kedepan juga akan dilengkapi dengan e-commerce bagi UMKMK.

 

  • Hasil evaluasi pelaksanaan inovasi program GERBANG SERASAN tahun 2009 - 2015 yang dilakukan oleh Universitas Bina Darma Palembang menunjukkan hasil sebagai berikut :
  •             Penyaluran kredit Gerbang Serasan terbanyak oleh  Bank Rakyat Indonesia sebesar 88% sedangkan Bank Sumsel Babel hanya 22%.
  •             Sektor usaha yang paling banyak mendapatkan kredit adalah sektor perdagangan sebesar 63 %.
  •             Sektor usaha yang menambah jumlah tenaga kerja setelah mendapatkan kredit adalah sektor perdagangan sebesar 47% dan sektor perkebunan sebesar 33%.
  •             Terjadi peningkatan pendapatan UMKM setelah menjadi peserta GERBANG SERASAN kurang dari 50% dinikmati sebanyak 60% UMKM, peningkatan pendapatan 50% sampai 100% dinikmati 26% UMKM, dan peningkatan pendapatan diatas 100% dinikmati sebanyak 14% UMKM. Secara umum peningkatan rata-rata pendapatan UMKM setelah menjadi peserta GERBANG SERASAN adalah sebesar 59%.
  •             Tercipta usaha lain sebesar 33% merupakan dampak dari program GERBANG SERASAN. Dengan demikian berarti terjadi lapangan usaha baru bagi UMKMK.

 

  1. Keberhasilan pemberdayaan UMKMK melalui pemberian kredit penguatan modal bagi mereka ternyata mampu memberikan konstribusi dalam peningkatan peran sektor jasa dalam PDRB Kabupaten Muara Enim,  dan membantu penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim.  Konstribusi PDRB dari sektor jasa non migas di Kabupaten           Muara Enim tahun 2008 mencapai Rp.9,7 Triliun  dan tahun 2015 mencapai  Rp.36,6 Triliun atau meningkat sebesar 277,5%.

   Apakah Inisiatif ini Meningkatkan Integritas dan/atau Akuntabilitas dalam Pelayanan Publik?

Diterbitkannya kebijakan inovasi program GERBANG SERASAN ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersunguh-sungguh, peduli dan bertanggung jawab dalam memecahkan masalah utama yang dihadapi UMKMK yaitu kesulitan untuk mendapatkan modal yang mudah dan murah dalam menumbuhkembangkan usahanya. Kebijakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik. Dalam hal ini Pemerintah "hadir" bersama rakyat dalam mencarikan solusi terbaik bagi permasalahan yang dihadapi UMKMK.

Penyusunan perencanaan kebijakan inovasi program GERBANG SERASAN, pelaksanaan kebijakan program dan pemantauan serta evaluasi yang dilaksanakan secara ketat, akuntabel dan berkesinambungan menunjukkan komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam memberdayakan UMKMK dalam rangka penurunan angka kemiskinan dan peningkatan daya saing UMKMK di tingkat nasional dan global.

Komitmen dan langkah-langkah nyata dalam penyusunan dan pelaksanaan serta pemantauan kebijakan GERBANG SERASAN dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim ini merupakan upaya penguatan integritas pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. Penguatan integritas pelayanan publik di daerah. Penguatan integritas pelayanan publik ini sudah menjadi komitmen dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kesejahterannya.

 Apakah ada Suatu Tindakan Khusus yang Dilakukan Untuk Memastikan Bahwa Inisiatif Tersebut Bermanfaat bagi Perempuan serta Dapat Memperbaiki Situasi dari Golongan Miskin dan Rentan?

Sasaran inovasi program GERBANG SERASAN adalah UMKMK yang lemah dalam permodalan sehingga  tidak mampu mengembangkan usahanya. Dalam kenyataannya UMKMK yang menjadi peserta program GERBANG SERASAN ini didominasi oleh kaum perempuan dan sebagian tergolong miskin. Menurut data yang ada sekitar 34,47% dari UMKMK yang mengajukan kredit GERBANG SERASAN adalah kaum perempuan, dan ada sekitar 12,07% merupakan kaum rentan yang berpenghasilan rendah.

Dari data yang ada  menunjukkan bahwa inovasi program GERBANG SERASAN ini juga memberikan peluang bagi kaum perempuan dan kaum rentan berpenghasilan rendah untuk meningkatan usahanya melalui kredit penguatan modal GERBANG SERASAN yang murah dan mudah dijangkau.

Sistem Apa yang Diterapkan untuk Memantau Kemajuan dan Evaluasi Kegiatan?

Inovasi program GERBANG SERASAN (Pola Baru) ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 11 Tahun 2008 dan Pedoman Umum Implementasi GERBANG SERASAN  berdasarkan Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 989/KPTS/2008 dan Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 832/KPTS/IV/2013.  Maka pemantauan, evaluasi dan pelaporannya dilaksanakan secara ketat dan berjenjang.

Adapun tahapan pelaporannya adalah sebagai berikut :

  1. Koordinator KKMB melaporkan pelaksanaan GERBANG SERASAN secara rutin per-bulan kepada Sekretariat GERBANG SERASAN.
  2. Sekretariat GERBANG SERASAN melaporkan pelaksanaan GERBANG SERASAN per Triwulan kepada Bupati Muara Enim dan Forum Koordinasi GERBANG SERASAN.
  3. Sekretariat GERBANG SERASAN juga membuat laporan pelaksanaan GERBANG SERASAN per-Semester yang ditujukan kepada Bupati, Pimpinan DPRD, Bank Pelaksana, Bank Indonesia Palembang dan tembusan kepada Gubernur Sumatera Selatan.
  4. Semua laporan dilengkapi dengan permasalahan dan rencana pemecahan masalah serta data UMKMK penerima kredit GERBANG SERASAN by name by address bersifat transparan, akuntabel, dan dapat dikonfirmasi kebenarannya.
  5. Untuk memantau dan membahas beberapa permaslahan yang timbul, dilakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait dan Perbankan per Triwulan.
  6. Evaluasi dampak keberhasilan pelaksanaan GERBANG SERASAN dilakukan per 2 (dua) tahun  bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang kompeten di Sumatera Selatan.
  7. Dalam tahun 2017, sistem pelaporan dan evaluasi pelaksanaan inovasi program GERBANG SERASAN ini akan dilakukan (dalam proses) dengan memanfaatkan  Sistem Informasi Manajemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien.

 

 Apakah Inisiatif ini Berkelanjutan dan Dapat di Replikasi?

Inovasi program GERBANG SERASAN ini terus dikembangkan dan direplikasi dengan jenis atau produk yang berbeda.

  1. Inovasi program GERBANG SERASAN ini semula hanya bekerjasama dengan Bank Pelaksana yaitu Bank Sumsel Babel dan Bank Rakyat Indonesia tapi saat ini sedang diperluas kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia.
  2. Inovasi program GERBANG SERASAN ini dikembangkan dengan didirikannya Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) GERBANG SERASAN yang telah diresmikan pada tanggal 5 Desember 2016 lalu. Dengan adanya BPR GERBANG SERASAN ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan jangkauan UMKMK yang dapat menerima kredit perbankan untuk penguatan modal bagi mereka. Sehingga jumlah UMKMK yang dapat diberdayakan dapat meningkat. Peningkatan jumlah UMKMK yang berdaya dan kuat diharapkan dapat meningkatkan konstribusi sektor jasa dalam PDRB Kabupaten   Muara Enim dan dapat membantu usaha penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim.
  3. Keberhasilan inovasi program GERBANG SERASAN ini  telah menginspirasi Pemerintah Kabupaten Muara Enim melahirkan inovasi program Forum CSR - PKBL Kabupaten                         Muara Enim pada tahun 2011, inovasi program Laboratorium Inovasi Daerah bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia tahun 2015, dan inovasi program Rumah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) Kabupaten Muara Enim yang mulai dilaksanakan dalam tahun 2017. Program-program ini adalah replikasi dari keberhasilan inovasi program GERBANG SERASAN dengan jenis, produk, atau pola yang berbeda.
  4. Kabupaten Muara Enim telah menjadi sasaran studi banding, studi pembelajaran bagi kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan maupun di luar Sumatera Selatan. Sehingga dimungkinkan kabupaten/kota tersebut telah mereplikasi inovasi program                         GERBANG SERASAN ini dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan daerah masing-masing.
  5. Rumah UMKMK Kabupaten Muara Enim yang telah berfungsi sebagai rumah bisnis bagi UMKMK  maka dalam tahun 2017 akan dilengkapi dengan teknologi  e-commerce yang sangat berguna bagi UMKMK dalam memasarkan produk dan mengembangkan usahanya di tingkat nasional maupun global.

 

Apa Saja Pembelajaran yang Dapat Dipetik?

Pembelajaran yang bisa di petik dari keberhasilan inovasi program GERBANG SERASAN ini antara lain adalah :

  1. Negara hadir di tengah permasalahan masyarakat. Dalam inovasi program GERBANG SERASAN, Pemerintah Kabupaten Muara Enim hadir dan siap membantu pemecahan masalah yang telah bertahun-tahun dihadapi oleh UMKMK, yaitu masalah modal usaha. Masalah ini ternyata  telah menyebabkan sebagian UMKMK terlilit hutang kepada rentenir sehingga menambah angka kemiskinan di daerah. Dengan adanya inovasi program GERBANG SERASAN ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berhasil  memberdayakan UMKMK, mengangkat harkat dan martabatnya sehingga mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar yang selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan UMKMK. 
  2. Kerberhasilan inovasi program GERBANG SERASAN sangat dirasakan oleh UMKMK karena mereka dapat memasarkan produknya ditingkat lokal, regional dan nasional. Kondisi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMKMK karena dapat dikenal ditingkat nasional.
  3. Komitmen, dukungan, dan konsistensi dari Kepala Daerah,  Pimpinan DPRD, Kepala SKPD Terkait, dan Tokoh/Pemuka Masyarakat, Perbankan, LSM serta Perguruan Tinggi secara terkoordinasi dengan baik serta ketulusan dari para pelaksana di lapangan sangat melancarkan dan menguatkan pelaksanaan inovasi program GERBANG SERASAN ini. Program yang dimulai sejak tahun 2001 ini sampai saat ini masih berjalan dengan baik dengan berbagai penyempurnaan dalam regulasi, konsep, dan pelaksanaannya dan alhamdulillah telah ditindaklanjuti dengan berdirinya PD. BPR GERBANG SERASAN di Kabupaten                    Muara Enim.
  4. Komunikasi yang dibangun dengan baik dalam pelaksanaan inovasi program GERBANG SERASAN ini menyebabkan permasalahan yang timbul dapat segera diatasi dan dipecahkan bersama.
  5. Tingginya partisipasi publik khususnya UMKMK dalam pelaksanaan program ini merupakan legitimasi peningkatan kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya.

Rekomendasi untuk masa depan :

  1. Inovasi program GERBANG SERASAN ini dapat menjadi salah satu rujukan dan atau inspirasi dalam pengembangan program sejenis di daerah lain. Khususnya dalam kerjasama Pemerintah Kabupaten dengan Perbankan, subsidi suku bunga kredit dan premi asuransi, penyediaan KKMB, menjadikan Sekretariat sebagai Rumah UMKMK, dan keberlanjutan program.  Komitmen, dukungan, konsistensi, kerjasama dan koordinasi yang baik, dan ketulusan dalam pelaksanaan program menjadi kata kunci keberhasilan inovasi program ini.
  2. Rumah UMKMK sangat membantu dan bermanfaat bagi UMKMK dalam mendapatkan akses perbankan, mitra bisnis dan pengembangan manajemen UMKMK secara lebih baik, sehingga dapat bersaing di tingkat lokal, regional, nasional maupun global.
  3. Inovasi program GERBANG SERASAN dapat digunakan sebagai salah satu program penurunan angka kemiskinan tingkat nasional.

 

Sumber: Database Inovasi Kemenpan RB