Kabupaten Banyuasin sejak tahun 2004 adalah daerah otonom, dengan kondisi geografis didominasi wilayah perairan. Dan daratan mayoritas  berupa perkebunan multi nasional dengan komoditas utama karet, sawit dan padi.

Pertanian dan perkebunan merupakan sektor unggulan Pemkab Banyuasin, yang secara teritorial berbatasan langsung dengan Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Selat Bangka dan Provinsi Jambi.

Di areal perkebunan dan pertanian banyak beroperasi kendaraan angkutan barang yang sama sekali belum terjangkau layanan KIR, akibatnya selain berdampak pada belum adanya jaminan kelayakan dan keamanan kendaraan angkutan barang juga berpengaruh pada pendapat asli daerah dari retribusi KIR.

Jauhnya lokasi pelayanan KIR menjadi alasan klasik bagi pemilik kendaraan angkutan barang tidak melakukan pengujian, karena bukan hanya waktu lama yang mesti ditempuh tetapi biaya  tranportasi  juga dirasakan sangat memberatkan.

Untuk memudahkan dan mempercepat pelaksanaan uji KIR tersebut. Akhirnya Pemkab Banyuasin dengan diinisiasi dinas perhubungan setempat meluncurkan program “KIR Bejalan Layanan Gerak PKB”.

Pelayanan dengan sistem jemput bola itu, beroperasi setiap dua atau tiga bulan sekali dengan mendatangi empat kecamatan sasaran yang secara geografis jauh dari pusat Pemkab Banyuasin dan berdekatan dengan kawasan perkebunan, pertanian serta daerah perairan. Empat kecamatan tersebut meliputi : Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kecamatan Betung,  Kecamatan Kenten Laut, Talang Keramat dan sekitarnya serta Desa Gasing, Kecamatan Tanjung Lago.  

Petugas yang berkompeten dan difasilitasi  mobil unit pengujian kendaraan bermotor, melaksanakan pelayanan pengujian kendaraan yang disediakan meliputi : (1) Uji Kalibrasi Sistem Rem, (2) Uji emisi, (3) Uji Lampu dan Kelistrikan, (4) Uji Kelayakan Menyeluruh Kendaraan, yang  dapat dilakukan secara langsung di lokasi tersebut di atas.

Inovasi “KIR Bejalan Gerak PKB” dinilai sangat kreatif dan inovatif karena:

  • Peralatan dan perlengkapan kendaraan uji yang ukurannya relatif besar dan sangat kompleks dimobilisasi ke wilayah yang sulit dijangkau dan memerlukan waktu tempuh lebih dari 3 jam perjalanan.
  • Masyarakat tidak memerlukan waktu yang lama dan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk menguji kendaraannya ke Pangkalan Balai Ibukota Kabupaten Banyuasin.
  • Hasil pengujian langsung jadi pada hari yang sama.

Sementara untuk persiapan implementasi inovasi “KIR Bejalan Layanan Gerak PKB, instansi terkait melakukan sejumlah tahapan mulai dari penyiapan SOP, standard pelayanan, kalibrasi alat, perlengkapan dan sistem komputer dan sumberdaya manusia. Dishub juga mengkoordinasikan inovasi tersebut dengan pihak kecamatan, kelurahan/desa, kepolisian, tokoh masyarakat.

Sedangkan tahap pelaksanaan diawali dengan sosialisasi kepada pihak perusahaan melalui tokoh masyarakat setempat, baik menggunakan telepon seluler, website dan petugas kecamatan.

Setelah persiapan dan pelaksanaan dinilai sempurna maka petugas dibantu pihak desa /kelurahan mengumumkan jadwal dan tempat pelaksanaan pengujian kendaraan.

Regulasi yang berkaitan dengan pengujian kendaraan bermotor, seperti Permenhub Nomor 133 Tahun 2015 sebagai Pengganti Kepmenhub 71 Tahun 1993 Tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor dan Perda Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

Inovasi tersebut terbukti, telah berhasil menjangkau layanan pengujian di pelosok Kabupaten Banyuasin, sehingga meningkatkan persentase kendaraan angkutan barang yang melakukan uji keur 10 – 25 % dari tahun sebelumnya dan realisasi Penerimaan Asli Daerah dari pendapatan non pajak Rp180.250.000 atau tercapai sebesar 126%  akhir tahun 2017.

Sedangkan,  evaluasi terkait dengan inovasi tersebut diantaranya minimnya alokasi dana, padahal biaya operasional pelayanan cukup besar, baik pendanaan teknis kendaraan maupun non teknis, seperti insentif pegawai, konsumsi, termasuk biaya penggantian dan service kalibrasi kendaraan yang cukup besar. 

Kendala lain, masih rendahnya kesadaran masyarakat melakukan uji KIR, namun secara keseluruhan dinilai berhasil dan sukses, terbukti berhasilnya Pemkab Banyuasin meraih Penghargaan Indonesian Road Safety Award 2017 untuk kategori Pilar "Kendaraan Yang Berkeselamatan (Safer Vehicle), dan publikasi melalui forum nasional terkait dengan lima pilar keselamatan di jalan yang diselenggarakan Majalah SWA, Adira Finance, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Bappenas, Kementerian PekerjaanUmum, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian Republik Indonesia.