Lamanya, proses penerbitan perijinan yang dilayani Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, berakibat pada banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat. Pelayanan yang membutuhkan waktu lama tersebut tentunya menjadi kendala bagi wirausaha untuk segera memulai kegiatan usaha.

Masalah perijinan tersebut, adalah ketika mengajukan permohonan beberapa perijinan yang saling berkaitan tetapi pengajuannya mesti dilakukan dengan cara satu per satu dalam waktu yang berbeda. Selesai satu berkas perijinan baru bisa melanjutan mengurus perijinan berkas berikutnya.

Ketentuan  prosedur pengajuan seperti ini, dinilai tidak efektif dan efisien karena memakan waktu  lama untuk mengajukan perijinan. Sebagai contoh untuk membuka apotik baru, maka pemohon diwajibkan memiliki tiga perijinan yaitu SIUP, TDP dan Ijin Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Apotik.

Dimana proses penerbitan SIUP dan TDP membutuhkan minimal tujuh hari kerja masing-masing permohonan, sedangkan untuk  Ijin Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Apotik, dibutuhkan waktu  setidaknya 12 hari kerja, sehingga paling tidak selama 26 hari kerja pemohon baru memiliki ijin lengkap terkait dengan usaha yang akan dibukanya tersebut.
Akhirnya, atas inisiasi Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang (saat ini telah berubah nomenklatur menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), diluncurkanlah inovasi I-Rel atau Ijin Paralel pada tahun 2013 dengan melayani dua jenis perijinan pararel yaitu Ijin Gangguan-SIUP-TDP dan Ijin Gangguan-IUI-TDP.

Dengan I-Rel, maka dapat mengurangi keluhan pemohon dalam pengajuan ijin karena dengan satu berkas permohonan, pemohon dapat mengajukan beberapa perijinan sekaligus tanpa harus menunggu satu perijinan selesai terlebih dahulu. Untuk itu, proses perijinan akan lebih cepat dan diterbitkan serentak.

Inovasi ini, menjadi solusi mempermudah, dan mempercepat proses dari mulai permohon mengajukan sampai dengan penerbitan ijin yang diinginkan masyarakat. Dan sampai kini setelah dihapusnya ijin gangguan, PTSP Kota Palembang melayani :

1.    SIUP – TDP
2.    IUI – TDP
3.    SIUP – TDP – Ijin Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Apotik
4.    SIUP – TDP – Ijin Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Optikal
5.    SIUP – TDP – Ijin Penyelenggaraan Sarana Pelayanan Toko Obat
6.    SIUP – TDP - Ijin Operasional Panti Pijat Urut Modern (PPUM)

Inovasi I-Rel yang diterapkan di DPMPTSP Pemkot Palembang tersebut, mendukung keberhasilan pelayanan publik sehingga kepuasan masyarakat semakin meningkat, dilihat dari nilai Indeks Kepuasan Masyarakat tahun 2015. Pada semester I tahun 2015 nilai IKM adalah 86, 87 dan pada semester II tahun 2015 nilai IKM mencapai 86,96 dan akhir tahun 2017 mencapai nilai 88,03.

Karena, Inovasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan juga telah menyederhanakan pengarsipan berkas di DPMPTSP Kota Palembang. Oleh karena itu inovasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan mudah bagi masyarakat.

Inovasi ini dapat direplikasi oleh PTSP lain di seluruh Indonesia. Komitmen bersama kepala daerah dan instansi teknis terkait lainnya dalam hal memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat dengan cara menerapkan I-Rel ini sangat penting, sehingga terus diimplementasikan dan menjadi contoh nasional.

Kerja sama dinas teknis terkait dalam pelaksanaan ijin paralel ini yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Dinas Sosial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan Kota Palembang juga menjadi penentu keberhasilan implementasi.