Wilayah Kota Palembang yang luasnya mencapai 358,55 kilometer persegi terbelah Sungai Musi sehingga terbagi menjadi kawasan Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Namun hingga saat ini konsentrasi pelayanan publik masih terpusat di bagian ilir khususnya pelayanan Pemkot Palembang dan Pemprov Sumatera Selatan.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi kependudukan, seperti KTP dan kartu keluarga  tentunya dilaksanakan pada setiap kantor kecamatan di daerah tersebut. Namun masih banyak warga kota pempek yang belum merekam data dan foto KTP elektronik maupun kartu keluarga. Hal yang sama juga terjadi pada kepemilikan akta kelahiran dan akta nikah yang masih rendah.

Keengganan warga mendatangi kantor kecamatan untuk melakukan perekaman data KTP elektronik disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya karena harus meninggalkan pekerjaan mereka. Selain itu, warga penyandang disabilitas dan lanjut usia juga kesulitan datang ke kantor kecamatan.

Upaya mendekatkan fasilitas perekaman dana KTP elektronik dan administrasi kependudukan lainnya, sebenarnya telah dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Pemerintah kota  mendatangi pasar dan sekolahan untuk menjemput bola melakukan perekaman data dan foto KTP elektronik. Ternyata hal itu, belum optimal karena belum berhasil meningkatkan realisasi jumlah perekaman data dan foto KTP elektronik maupun dokumen kependudukan lainnya.

Karena itu,  sangat dibutuhkan inovasi terkait dengan upaya meningkatkan pelayanan perekaman data dan foto KTP elektronik agar target 100 persen perekaman terealisasi. Terinsipirasi oleh kegiatan Wali Kota Palembang beserta pejabat teras lainnya yang rutin bergotong royong bersama masyarakat setiap pekan, maka lahirlah inovasi IWak MeLok GR untuk JeBol Anduk (Ikut Walikota Melayani di Lokasi Gotong Royong untuk Jemput Bola Administrasi Kependudukan).

Selanjutnya tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang mendirikan pos layanan administrasi kependudukan setiap hari minggu di lokasi gotong royong. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Camat dan Lurah setempat agar menginformasikan dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan administrasi kependudukan pada hari minggu tersebut.

Pada setiap layanan dokumen kependudukan ini, petugas telah mempersiapkan perangkat IT yang digunakan untuk perekaman data kependudukan secara mobile. Pengoperasian perangkat teknologi informasi ini, dilakukan petugas ahli dan terus dibina dalam bentuk bimbingan teknis.

Sementara, Sumber Daya Keuangan berasal dari  APBD Kota Palembang dan APBN untuk blanko KTP elektronik. Sedangkan Sumber Daya Manusia Disdukcapil berupa operator, peralatan dan perlengkapan perekaman dan Camat/Lurah/Rt/RW menyediakan Sarana dan prasarana. Selain itu,  Sumber Daya Teknis adalah alat perekam dan jaringan internet

Setelah implementasi inovasi IWak MeLok GR untuk JeBol Anduk (Ikut Walikota Melayani di Lokasi Gotong Royong untuk Jemput Bola Administrasi Kependudukan) berhasil meningkatnya jumlah kepemilikan dokumen adminstrasi kependudukan :

  • Kartu Keluarga meningkat menjadi 74,93 persen
  • KTP-el meningkat menjadi 46,86 persen
  • Akte Kelahiran meningkat menjadi 60,90 persen
  • Akte Kematian meningkat menjadi 58,75 persen
  • Akte Perkawinan meningkat menjadi 70,87 persen
  • Lansia dan penyandang disabilitas telah dapat menerima layanan administrasi kependudukan

Begitu juga dengan realisasi perekaman data KTP elektronik per Januari 2018 yang mencapai 1.152.662 atau 100,18%  dimana sebelumnya pada Januari 2017 hanya sebesar 78,66 . 

Demikian juga halnya dengan cakupan kepemilikan akta kelahiran di Kota Palembang. Berdasarkan data di Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang, sebelum adanya kegiatan ini realisasi per Januari 2017  hanya 64,41% sedangkan Januari 2018 menjadi 87,77%.