Di Indonesia jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar 57 juta dan 212.000 koperasi. Semuanya memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi di sektor ekonomi seperti penyediaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memicu pertumbuhan ekonomi.  

Data statistik menunjukkan kontribusi UMKMK dalam PDB nasional mencapai 56% tahun 2013. Angka yang cukup besar, sehingga wajar bila pemerintah memberikan perhatian khusus dalam pemberdayaan UMKMK.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2016,  jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) di Kabupaten Muara Enim mencapai  4.123 unit dan Koperasi mencapai 481 unit.  

Namun permasalahan utama UMKMK di Kabupaten Muara Enim adalah permodalan. Sebagian besar belum memiliki akses memadai ke perbankan. Kalaupun sudah ada, usaha mikro kecil tak sanggup mengajukan kredit karena bunga bank komersial relatif tinggi bagi mereka.

Banyak diantara mereka masih sangat tergantung dengan pemberi kredit jalanan atau lebih dikenal rentenir. Dengan kondisi ini sulit bagi mereka mengembangkan usaha. Umumnya mereka berusaha tapi tak bisa meningkatkan kesejahteraannya. Kondisi yang berlangsung bertahun-tahun ini mengakibatkan banyak dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Dalam kondisi demikian terkesan "negara tidak hadir" dalam membantu memecahkan masalah UMKMK.

Menghadapi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melakukan terobosan melalui inovasi program GERBANG SERASAN (Gerakan Pembangunan Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Bumi Serasan Sekundang) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 6 Tahun 2001.

Dalam program ini Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyimpan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk Giro Beku di Bank Pelaksana sebagai Jaminan kredit. Bank Pelaksana mengeluarkan kredit khusus kepada UMKMK dengan bunga murah dan dijamin Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Meskipun program ini telah berjalan baik tapi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, program ini tak boleh dilanjutkan karena Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005, Pemerintah tidak dibolehkan menjamin Pihak Ketiga (termasuk UMKMK) dalam penyaluran kredit perbankan.

Mengingat GERBANG SERASAN merupakan inovasi program untuk pemberdayaan UMKMK dalam upaya penanggulangan kemiskinan maka konsep GERBANG SERASAN mengalami penyempurnaan.

GERBANG SERASAN  akhirnya disempurnakan. Pemerintah Kabupaten Muara Enim tidak lagi menyimpan dana APBD sebagai Jaminan kredit UMKMK tapi dilakukan dengan mengoptimalkan skema kredit perbankan yang telah ada. Selain itu memberikan subsidi suku bunga kredit dan premi asuransi kepada UMKMK dan menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) sebagai pendamping, UMKMK dalam kaitan dengan kredit perbankan. Dan yang paling utama adalah menyediakan Sekretariat Gerbang Serasan sebagai home base atau rumah bagi UMKMK.

Pemberian subsidi bunga kredit akan meringankan beban UMKMK dalam mengembalikan pinjaman mereka kepada bank, sedangkan premi asuransi memberikan keyakinan kepada pihak bank bahwa kredit yang diluncurkan kepada UMKMK tidak akan mendatangkan kerugian, menyediakan KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) sebagai pendamping UMKMK dalam kaitan dengan kredit perbankan dan penguatan kapasitas UMKMK, dan menyediakan Sekretariat GERBANG SERASAN sekaligus sebagai rumah bagi UMKMK.

UMKMK telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan daerah. Perannya sangat besar terutama dalam penyerapan tenaga kerja, penyediaan lapangan usaha dan penanggulangan kemiskinan. Di Indonesia, sumber penghidupan sangat bergantung pada sektor UMKMK. Kebanyakan usaha kecil ini terkonsentrasi pada sektor perdagangan, olahan pangan, tekstil dan garmen, kayu dan produk olahan, serta produksi mineral non logam. Secara keseluruhan, UMKMK diperkirakan menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Regional Bruto.

Permasalahan utama UMKMK di Kabupaten Muara Enim adalah keterbatasan kemampuan SDM dan akses pasar, rendahnya produktivitas, serta keterbatasan akses kredit ke perbankan. Menghadapi masalah itu, Pemerintah daerah melakukan terobosan melalui inovasi program GERBANG SERASAN.

Dampak positif program ini antara lain diberdayakan 4.721 UMKMK dengan penguatan modal dari kredit GERBANG SERASAN dalam periode tahun 2009-2017 sebesar Rp.180.223.000.000,00. 

Jumlah subsidi bunga yang dikeluarkan sebesar Rp.15.819.275.070,00 dan premi asuransi sebesar Rp.429.559.091,00. Meningkatnya pendapatan peserta GERBANG SERASAN rata-rata 59% dari sebelum menjadi peserta, dan meningkatnya lapangan usaha baru sebesar 33%. Hal ini menunjukkan korelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Muara Enim dari 17,98% pada tahun 2008 menjadi 13,19% tahun 2017. (*)