Dari jauh kantor Dinas Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau terlihat megah. Gedung tiga lantai didominasi dinding kaca di depan ini seakan menjadi daya tarik bagi orang yang melihatnya. Sayang kemegahan gedung yang terletak di Jln Garuda, Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini tidak terlihat aktivitasnya.

Minat masyarakat Lubuklinggau untuk berkunjung ke Perpustakaan tidak semegah dengan gedungnya. Kunjungan terus menurun dari tahun ke tahun terutama kunjungan dari anak usia dini. Masyarakat masih mengganggap kurang pentingnya untuk mengajak anak ke Perpustakaan serta kurangnya keterlibatan lembaga pendidikan dalam memberikan akses informasi anak usia dini ke Perpustakaan Kota Lubuklinggau.

Untuk itu Dinas Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau berinisiatif membuat inovasi layanan audio visual dengan “Nobar Edukatif ” bagi anak usia dini. Inovasi ini diambil dari kebiasaan anak yang lebih suka menonton dan lebih mudah memperoleh informasi melalui audio visual.

Berawal dari kunjungan beberapa anak usia dini ke ruangan bermain anak usia dini di perpustakaan Kota Lubuklinggau pada tahun 2013. Pada saat itu hanya dilengkapi oleh beberapa alat permainan edukasi, tetapi anak anak sangat antusias dan banyak bertanya informasi lain sehingga pengelola ruang bermain anak TK RA dan PAUD, Ibu Sri Mulyati A.Md harus banyak berdongeng dan bercerita sambil menemani anak anak bermain edukasi.

Kepala Dinas Perpustakaandan Kearsipan Kota Lubuklinggau, HJ Saleha SE tergerak untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh masyarakat kota Lubuklinggau terutama anak anak usia dini dengan memberikan layanan Nobar Edukatif  melalui layanan audio visual .

Kepala Dinas bersama staff dan seluruh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau didukung oleh Walikota Lubuklinggau mengembangkan program layanan yang lebih bagi anak anak usia dini. Juga merangkul lebih banyak elemen yang mengenal dan memanfaatkan layanan perpustakaan yang telah tersedia dan melibatkan lebih banyak mitra yang peduli terhadap perkembangan generasi penerus.

Selain merangkul instansi pemerintah Seperti Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Ikatan Guru TK dan Ikatan Guru Paud, BUMN, BUMD, dan pihak swasta yang peduli terhadap perkembangan anak usia dini. Bentuk kepedulian ituseperti yang dilakukan oleh owner Sigma Komputer dan Coca Cola Foundation Indonesia dengan menyumbangkan televisi untuk nobar edukatif.

Layanan nonton bareng film-film edukasi ini dapat memecahkan masalah  karena pertama layanan audio visual (Nobar Edukatif) ini dapat meningkatkan kunjungan anak anak usia dini ke Perpustakaan Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini  bentuk pelayanan kepada masyarakat secara berkelompok dan menjadi bentuk pelaksanaan  dari outing class yang menjadi program tiap sekolah PAUD se-kota Lubuklinggau.

"Nobar Edukatif" ini  dirasa inovatif  karena  belum diterapkan daerah mana pun di Indonesia dan dianggap kreatif karena inovasi ini menyesuaikan dengan hobi dan kebiasaan anak anak PAUD yang punya rasa ingin tahu yang besar dan sangat senang menonton. Bukan lagi sesuatu yang dicemaskan oleh bapak, ibu maupun guru karena ada nilai edukasi kepada anak-anak. 

Dalam pelaksanaan inovasi ini serangkaian kegiatan dilakukan mulai dari memberikan layanan setiap hari kerja, bekerjasama dengan himpunan guru TK dan PAUD di Kota Lubuklinggau untuk melaksanakan outing class Nobar Edukasi di Perpustakaan, memberikan pelatihan bagi pengelola layanan audio visual, membuat SOP layanan Nobar Edukatif, melakukan sosialisasi melalui media sosial, media massa dan secara langsung ke sekolah PAUD di Kota Lubuklinggau.

Untuk mendukung inovasi ini, Perpustakaan Kota Lubuklinggau menggandeng  berbagai stakeholder baik internal maupun eksternal. Namun dalam pelaksanaannya inovasi ini masih menemui beberapa kendala yaitu keterbatasan anggaran dalam melengkapi fasilitas dan koleksi layanan Nobar Edukatif. Untuk itu diupayakan pengajuan penambahan anggaran bagi layanan audio visual dan tenaga ahli layanan audio untuk memberikan training bagi pengelolaan layanan nobar edukatif.

Inovasi ini banyak membawa perubahan positif bagi anak usia dini diantaranya dapat memperoleh informasi, ilmu dan pembelajaran lebih banyak dari film yang ditonton sangat mendukung pembentukan karakter anak pada periode emas perkembangan mereka, serta mendukung proses yang tidak ada di sekolah. (*)