Di Kabupaten Muara Enim pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) cukup tinggi. Pada tahun 2015 terdapat 4.123 UMKM dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 4.546 UMKMK. Namun UMKMK masih menghadapi kendala dalam pengembangan usahanya. Ada beberapa permasalahan yang sering dikeluhkan oleh UMKMK antara lain kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) UMKMK yang masih rendah mengakibatkan produktivitas usaha dan tenaga kerja juga rendah.

Banyak UMKM yang belum memiliki badan hukum yang jelas. Sebagian UMKMK kurang memiliki pengetahuan tentang aspek legalitas dan perizinan. Termasuk persyaratan yang harus dipenuhi dan prosedur proses pengurusannya. Kurangnya inovasi produk. UMKM dinilai masih kurang menguasai teknologi, manajemen, informasi dan pasar.

Selain itu kebanyakan UMKMK masih menghadapi kendala akses modal dan pendanaan. Apalagi sebagian besar UMKMK belum banyak tersentuh dalam pelayanan lembaga keuangan formal seperti bank. Kondisi ini memaksa mereka bergantung pada pemberi kredit jalanan (rentenir).

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim membuat sebuah pusat informasi atau sarana bagi UMKMK khususnya peserta Program Gerbang Serasan dalam mengakses berbagai informasi dan fasilitas demi kemajuan usahanya sehingga mereka bisa mengembangkan bisnis. Pusat informasi ini dinamakan Rumah UMKMK Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim.

Pemecahan permasalahan UMKMK dibahas dalam suatu rapat yang dipimpin Kepala Bappeda selaku Kepala Sekretariat Gerbang Serasan. Kepala Sekretariat Gerbang Serasan mengemukakan suatu konsep yang didiskusikan dengan tim dari Bappeda Kabupaten Muara Enim dan Tim Perekonomian dan SDA dari Sekretariat Daerah serta Tim Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang berkeinginan mengembangkan inovasi dari Program Gerbang Serasan dalam hal mempermudah akses dan keterjangkauan komunikasi atau konsultasi yang terpusat terhadap kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.

Setelah konsep tersusun maka terbentuklah Rumah UMKMK yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Sekretariat Gerbang Serasan Nomor 262/KPTS/BAPPEDA-EKO/2015 dan Surat Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 79/KPTS/BAPPEDA-2/2017 tentang Rumah Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim.

Rumah UMKMK Gerbang Serasan merupakan inovasi Bagian Perekonomian dan SDA Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Fungsinya untuk mengoptimalkan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dalam mendampingi UMKMK.

Manfaat inovasi Rumah UMKMK Gerbang Serasan antara lain sebagai tempat bertanya, konsultasi, bimbingan proposal dan temu mitra. Jadi bukan hanya berfungsi sebagai rumah sosial tapi juga menjadi rumah bisnis UMKMK.

Selain itu fungsi Rumah UMKMK Gerbang Serasan bagi para pelaku usaha UMKMK sebagai pusat inovasi dan pelatihan bagi para UMKMK peserta program Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim. Sebagai pusat konsultasi dan bimbingan bagi usaha mikro kecil menengah dan koperasi dalam hal akses pembiayaan usaha dan akses pasar.

Sebagai pusat galeri hasil produksi usaha mikro kecil menengah dan koperasi unggulan. Sebagai tempat pengembangan aplikasi e-commerce. Sebagai tempat temu bisnis usaha mikro kecil menengah dan koperasi.

Dengan adanya Rumah UMKMK Gerbang Serasan jumlah yang memanfaatkan Rumah UMKMK pada 2015 sebanyak 117 UMKMK, pada 2016 sebanyak 474 UMKMK dan pada 2017 naik menjadi 897 UMKMK. Itu bisa terlihat dari  terbentuknya Kelompok Tani Jamur, Kelompok Perikanan (Lele dan Patin), Kelompok Tani Buah Naga, Kelompok Madu, Kelompok Tani Buah Nenas, dan Kelompok Tani Buah Pepaya.

Inovasi ini akan terus berlanjut dengan  Surat Keputusan Kepala Sekretariat Gerbang Serasan Nomor 262/KPTS/BAPPEDA-EKO/2015 dan Surat Keputusan Bupati Muara Enim Nomor 79/KPTS/BAPPEDA-2/2017 tentang Rumah Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim. (*)