Inovasi "KUYUNG KUPEK BERSENJANG" ini dilatarbelakangi dengan kurang populer atau kurang tahunya masyarakat dan pelaku usaha akan keberadaan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Musi Banyuasin. 

Kabupaten Musi Banyuasin memiliki budaya yang khas yang membedakan dari daerah lainnya. Salah satu kekayaan spiritual nenek moyang di Kabupaten Musi Banyuasin adalah kesenian senjang. Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya yang menghubungkan antara orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan Pemerintah di dalam penyampaian aspirasi yang berupa nasihat, kritik maupun penyampaian strategi ungkapan rasa gembira. 

Mengapa disebut senjang? Karena antara lagu dan musik tidak saling bertemu, artinya kalau syair berlagu musik berhenti, kalau musik berbunyi orang yang bersenjang diam sehingga keduanya tidak pernah bertemu. Itulah yang disebut senjang. Senjang tidak lain adalah bentuk puisi yang berbentuk pantun (Talibun). Diiringi dengan musik pengiring. Ikatan senjang juga memiliki pola tersendiri. Sebuah senjang biasanya terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama merupakan bagian pembuka. Bagian kedua merupakan isi senjang yang akan disampaikan. Bagian ketiga merupakan bagian penutup yang biasanya berisi permohonan maaf dan pamit dari pesenjang.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Musi Banyuasin memanfaatkan kesenian daerah senjang ini untuk memperkenalkan keberadaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Musi Banyuasin dan produk-produk perizinan dan non perizinan.

Inisiatif ini bermula dari niat untuk memperkenalkan DPMPTSP sebagai Kantor Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Mempublikasikan melalui media elektronik Radio Gema Randik seni berpantun senjang. Pengenalan melalui kesenian daerah ini efektif karena tidak ada masyarakat dan pelaku usaha yang tidak mengetahui budaya senjang ini. 

Masyarakat dan pelaku usaha yang mendatangi kantor DPMPTSP pada akhirnya akan diberikan cinderamata berupa Compact Disk (CD) Kuyung Kupek Bersenjang. Inovasi ini berjalan dengan baik berkat kerjasama antara pihak Dinas Kominfo sebagai leading sector publikasi Radio Gema Randik dan DPMPTSP.